×

Berita

Pernah Coba  12 Waktu Mustajabnya Doa?

Koinkita.com – Allah Sang Pencipta bumi dan seisinya menyukai jika hambaNya berdoa. Namun ada kalanya doa itu langsung terkabul, ada kalanya menunggu bertahun-tahun, dan ada juga yang diganti dengan yang lebih baik.

Bahkan ketika hendak memberikan rezeki yang tidak disangka, Allah mengambil sedikit sesuatu dari kita. Imam Syeikh Mutawalli Asy-Sya'rawi berkata Jika Allah mengambil sesuatu darimu, yang tidak kau sangka. Maka, kelak Allah akan memberimu sesuatu yang tidak kau sangka akan memilikinya.

Namun tetap saja kita harus berikhtiar dengan cara terus berdoa. Salah satu cara agar Allah menyukai doa kita adalah jika kita berdoa dengan merendah diri dengan suara yang lembut seperti dalam firmannya dalam surah Al-A’raf 55-56,

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

Lalu kapan waktu mustajab doa dikabulkan? Koinkita.com merangkum 12 waktu mustajab doa terkabul di waktu berikut:

  1. Sepertiga Malam Terakhir

"Rabb kita tabaroka wa ta'ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: 'Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya . Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

  1. Dikala Azan Berkumandang

"Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak yaitu; doa saat adzan dan doa ketika perang berkecamuk". (HR Abu Daud, HR Al-Baihaqi, HR Hakim. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341).

  1. Antara Azan dan Iqomah

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

"Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqomah, maka berdoalah (di waktu itu)." (HR. Ahmad)

  1. Saat Hari Jum’at

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ لِسَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّيْ يَسْأَلُ اللَّه خَيْرًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا يُزْهِدُهَا

"Sesungguhnya pada hari Jumat ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim salat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". (HR Al-Bukhari).

 

Para ulama mengatakan, waktu tersebut adalah bakda Ashar sebelum Maghrib dan ketika Khatib sedang duduk dalam khutbahnya.

  1. Saat Turun Hujan

Dari Sahl bin Sa'd, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

"Dua doa yang tidak akan ditolak: (1) doa ketika adzan dan (2) doa ketika ketika turunnya hujan." (HR. Hakim dan Al-Baihaqi).

  1. Hari Arafah

Dari Aisyah Ra, beliau berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?" (HR. Muslim).

Nabi Saw bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. At-Tirmidzi)

  1. Ketika Sujud dalam Salat
    Inilah salah satu waktu mustajab untuk berdoasebegaimana disabdakan oleh Saw :

    وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ :(( فَأمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ – عَزَّ وَجَلَّ – ، وَأمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

    Dari Ibnu 'Abbas Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah. Sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa , maka doa tersebut pasti dikabulkan untuk kalian." (HR. Muslim)
  2. Saat Malam (Lailatul) Qadar
    Salah satu doamustajab yang tidak ditolak oleh Allah adalah saat Lailatul Qadar. Sebagaimana diajarkan Rasulullah Saw :

    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

    Dari Sayyidah 'Aisyah Ra berkata, "Aku bertanya, 'Ya Rasulullah jika aku mengetahui bahwa malam itu adalah lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan waktu itu?’ Rasulullah bersabda, ‘Ucapkanlah: "Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu ‘annii (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku)." (HR. Tirmidzi). 
  3. Saat Berbuka Puasa

"Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzalimi". (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban)

 

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa, akan dikabulkan.” dari hadits Jabir bin 'Abdullah (HR. Al-Bazaar. Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 dikutip dari laman Rumaysho.

  1. Saat Dizalimi

Sungguh doa orang yang dizholimi akan didengar langsung oleh Allah Swt. Sehingga berhati-hatilah jika akan mendzalimi orang. Sebagaimana sabda Rasul, “Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.” (Hadis Riwayat Hakim – sanad sahih). 

  1. Saat Safar

 

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

“Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini)

  1. Saat Umroh atau Haji

Multazam adalah sebuah tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Kakbah. Tempat ini diyakini oleh semua ulama sebagai tempat yang paling mustajab. Di tempat ini jamaah melakukan shalat wajib atau sunnah dua  rakaat dan berdoa secukupnya.

 

Sahabat Abdullah Bin Abbas meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan." (HR. Ahmad)[]